Bingung Lapor SPT Tahunan di Era Coretax? Ini Solusi dari Radja Adji Perkasa

JABAR EKSPRES – Di tengah transformasi besar sistem perpajakan nasional Radja Adji Perkasa menyoroti bagaimana target penerimaan negara Rp2.693,7 triliun pada 2026 berjalan beriringan dengan penerapan Coretax yang mengubah cara wajib pajak melaporkan SPT Tahunan.

BERITA

JABAR EKSPRES – Di tengah transformasi besar sistem perpajakan nasional Radja Adji Perkasa menyoroti bagaimana target penerimaan negara Rp2.693,7 triliun pada 2026 berjalan beriringan dengan penerapan Coretax yang mengubah cara wajib pajak melaporkan SPT Tahunan.

Perubahan ini menuntut adaptasi cepat dari jutaan wajib pajak, sementara di sisi lain muncul persoalan struktural yang jarang disorot, yakni ketimpangan antara jumlah konsultan pajak dan banyaknya wajib pajak.

Core Tax Administration System atau CoreTax jadi fondasi baru administrasi perpajakan Indonesia sejak Januari 2025. Sistem ini mengintegrasikan layanan perpajakan yang sebelumnya terpisah dalam berbagai platform menjadi satu portal terpadu di coretaxdjp.pajak.go.id.

Kalau dulu wajib pajak harus bolak-balik antara DJP Online untuk SPT, e-Faktur untuk faktur pajak, dan e-Billing untuk pembayaran, sekarang semua bisa diakses dari satu tempat. Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan utama.

Wajib pajak kini dapat melakukan login hanya dengan NIK atau NPWP 16 digit tanpa EFIN yang sering menjadi kendala di sistem lama. Banyak yang keluhkan dulu harus datang ke kantor pajak cuma untuk dapat EFIN, sekarang proses aktivasi bisa online sepenuhnya.

Namun, perjalanan implementasi tidak mulus. DJP mengidentifikasi munculnya berbagai jenis kendala teknis yang sering dialami pengguna, termasuk kesulitan akses awa, error dalam penyimpanan faktur, hingga kegagalan verifikasi.


Di tengah kebutuhan mendesak akan pendampingan profesional termasuk untuk membantu layanan lapor SPT Tahunan kini Radja Adji Perkasa hadir dengan model bisnis yang membedakan diri dari kompetitor.

Firma konsultasi yang telah berpengalaman selama satu dekade ini tak hanya menyelesaikan urusan administratif, tetapi membangun pemahaman mendalam klien terhadap posisi perpajakan mereka.

“Kami hadir tidak sekadar menyelesaikan administrasi, tapi memastikan klien benar-benar paham bagaimana posisi perpajakan mereka dan apa implikasinya terhadap bisnis,” kata Direktur PT Radja Adji Perkasa Rian Setiya Aji kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).


Filosofi yang membantu klien lapor SPT Tahunan diwujudkan dalam pendekatan 4T yang menjadi identitas perusahaan. Transparan dalam setiap proses, Terpercaya dalam memberikan solusi, Tepat dalam analisis dan eksekusi, serta Terjangkau dalam struktur biaya.

Target Radja Adji Perkasa adalah bisnis menengah dan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Segmen ini sering terabaikan firma besar padahal sangat butuh dukungan profesional menatap kompleksitas perpajakan modern.

Konsultan pajak terpercaya Radja Adji Perkasa ini menyediakan jasa pendampingan login Coretax dan validasi data untuk wajib pajak yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem baru.

Timnya pun siap untuk membantu troubleshooting mulai dari reset password, aktivasi akun yang belum berhasil, hingga solusi error “akun Anda belum teraktivasi” yang sering muncul.

Layanan yang ditawarkan mencakup spektrum luas kebutuhan perpajakan. Mulai dari laporan SPT rutin, perencanaan pajak strategis untuk optimalisasi beban pajak, penanganan proses restitusi, hingga pendampingan ketika menghadapipemeriksaan dari otoritas pajak.

“Kesuksesan tidak kami ukur semata dari angka kepatuhan. Tapi dari seberapa besar dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis setiap klien yang kami layani,” ungkap Rian.

Ketika banyak wajib pajak masih kesulitan dengan aktivasi akun coretax atau memahami cara lapor SPT Tahunan 2025 yang deadline-nya 31 Maret 2026 untuk orang pribadi, Radja Adji Perkasa sudah memposisikan diri sebagai navigator ahli.


Pertanyaan seperti “apakah data SPT tahun lalu otomatis masuk ke Coretax” atau “kalau salah input bisa direvisi tidak” adalah hal yang tim mereka tangani setiap hari.

Tahun 2026 menandai pergeseran dari digitalisasi menuju intensifikasi pengawasan berbasis kecerdasan buatan. DJP akan mengoptimalkan algoritma berbasis risiko yang mampu menganalisis konsistensi data secara real-time, membuat setiap ketidaksesuaian lebih mudah terdeteksi.


Teknologi kecerdasan buatan atau AI diperkirakan akan secara signifikan mengubah lanskap industri perpajakan. Dengan kemampuannya mengotomatisasi banyak tugas administratif, mendeteksi pola anomali dalam data transaksi, serta membantu memprediksi risiko audit, AI membuka peluang efisiensi besar.


Konsultan yang lebih dulu mengadopsi teknologi ini berpotensi mendapatkan keunggulan kompetitif yang penting di pasar. Nah, bagi yang ingin tahu informasi layanan dari Radja Adji Perkasa bisa menghubungi +62 856-4080-3318 (WA).


Sumber : https://jabarekspres.com/berita/2026/01/21/bingung-lapor-spt-tahunan-di-era-coretax-ini-solusi-dari-radja-adji-perkasa/


← Kembali ke Artikel